Wednesday, November 22, 2006
posted by b@nd's at 8:42 AM

Assalamu'alaikum,


debut pertama nulis di Blog! nih (nervous dikit...), awalnya bingung mau nulis apaan:(tapi abis baca postingannya si Muly aku jadi terinspirasi buat share ke temen ttg sedikit pengalaman kerjaku.

kenapa ambil judul di atas sih?alasan pertama karena aku bekerja di bidang IT(Information Technology), trus alasan kedua karena aku merasakan adanya perbedaan budaya kerja yang cukup signifikan di saat aku bekerja di sebuah perusahaan yang notabene mmg menjadikan IT sebagai komoditi utama usahanya dengan perusahaan yang menjadikan IT hanya sebagai support keseharian agar aktivitas perusahaan tetap berjalan lancar.

and the story begin,...

Dulu selepas wisuda (desember'04) dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama a month less ..., Alhamdulillah aku sudah mendapatkan pekerjaan sebagai junior programmer di sebuah perusahaan IT Consultant di Jakarta. Yup..ini lah pengalaman pertamaku bekerja di sebuah perusahaan yang ber latar belakang IT sebagai core business nya.

Tapi jodohku ga panjang di perusahaan ini,aku hanya 1 bulan menyelesaikan training ku dan memutuskan resign. Tepatnya 1 minggu sebelum aku ditugaskan di Merauke untuk maintenance beberapa klien di sana. Memang dari pengalaman kerjaku disini aku belum bisa bercerita banyak tentang bagaimana rasanya kerja di sebuah perusahaan yang menjadikan IT sebagai Core business nya. Kesan yang ada, aku sempat excited karena aku mendapat pekerjaan yang sesuai dengan idealisme ku.

Full Under Pressure

Setelah hampir 6 bulan lontang-lantung di Jakarta, nganggur jungkir balik hunting kerjaan....Alhamdulillah akhirnya aku di terima kerja kembali di sebuah perusahaan IT Consultant lagi di Jakarta sebagai Programmer. Pengalaman kerja pertamaku dulu, sedikit membantu proses aku di terima kerja di perusahaan kedua ini yang ternyata merupakan rival berat dari perusahaan tempat bekerjaku dulu. Disinilah aku mulai merasakan pengalaman kerjaku yang sebenarnya, tidak seperti di perusahaan yang terdahulu yang sebelum menangani "the real cases" aku musti di training dulu, disini aku di "hajar" langsung. Pekerjaan yang tiap hari hampir tiada henti, seperti pembuatan report, modifikasi aplikasi request dari klien, sampai error handling dikarenakan ada bugs(kesalahan program) yang muncul akibat aplikasi yang kurang stabil:(.

Di kejar deadline jadi momok yang begitu menggelisahkan, di komplain klien, di maki implementor dari daerah sampai tekanan dari the Big Boss:(dan satu lagi kurang solid nya team work sering membuat tambah gak karuan dengan saling melempar tanggung jawab alias cuci tangan. Soal teamwork nih yang kadang nyebelin, pas lagi pada mood baru deh keluar spirit-nya, apalagi kalo uda dapet warning dari Boss..terpaksa suka tidak suka, akhirnya semua ikut turun tangan dan aku boleh dikatakan juga sebagai korbannya.

Pernah suatu waktu karena mengejar deadline beberapa kali libur weekend aku habiskan di kantor untuk menyelesaikan sebuah project agar bisa selesai tepat waktu. Kadang aku kesal dengan ulah para Bos yang suka kasih tenggat yang mustahil, bayangkan untuk membuat prototype sebuah program aplikasi kami hanya dikasih waktu 4 hari untuk menyelesaikanya beserta report-nya. Gubraaak...!!!terbatasnya waktu, lelahnya otak, kurangnya istirahat terkadang membawa faktor human error pada saat pembuatan aplikasi yang mengakibatkan program tersebut menjadi tidak stabil.

Dan hebatnya lagi..ketika menhadap klien yang menurutku tugas tersebut seharusnya para Bos atau minimal project leader yang melakukannya dilimpahkan olehku. Aku yang tau bahwa sebenernya program aplikasi belom sempurna(tidak stabil)..harus men-demontrasikannya di depan klien. Seperti bunuh diri saja ...gumamku. But, the show must go on.

Setelah beberapa bulan aku mencoba bertahan akhirnya aku putuskan untuk hunting pekerjaan baru, dalam fase tersebut aku di beri "pandangan" oleh seorang sahabat sebut saja namanya Adi (dulu ia partner kerja ku di perusahaan pertama aku bekerja untuk kemudian kami resign bersama) agar tidak mencoba melamar lagi di perusahaan yang memiliki IT sebagai core business-nya tetapi cobalah melamar di perusahaan yang menjadikan IT sebagai business support-nya dan rasakan perbedaan-nya. Tadinya aku menganggap biasa saja, bahkan aku hampir di terima di sebuah lagi-lagi perusahaan IT Consultants di Jakarta tapi aku akhirnya menolak tawaran tersebut karena kebetulan di saat yang sama aku di terima juga di sebuah perusahaan sekuritas (bergerak dalam jasa pialang saham) yang menjadikan IT sebagai business support mereka.

The Difference...

Di perusahaan ini lah aku mulai merasakan perbedaan yang cukup signifikan bagaimana bekerja di bidang IT pada perusahaan yang menjadikan IT sebagai core business-nya dan pada perusahaan yang menjadikan IT sebagai support business saja. Di sini berbeda, stabil nya load pekerjaan, kurang nya "tekanan" membuatku bisa "bernafas", hasil jerih payah ku pun lebih dihargai, dan aku bisa meng-improvisasi/explore seluruh kemampuan untuk meningkatkan kinerjaku.

the last but not the least...semoga bermanfaat,mohon maaf klo ada salah2 kata:D

Wassalam,

Labels:

 
5 Comments:


At Thursday, November 23, 2006 3:24:00 AM, Blogger Syah Widyatmoko

perfetto.....salute...flawless... debutnya hebat ban..
tulisannya rapi,alurnya atut-runtut, n enak dibaca. Tapi awas lho mbok kecanduan ngeblog kaya aku kiye... sedina ora nggawe tulisan wis blingsatan ora nggenah. hahahahaha......

 

At Thursday, November 23, 2006 9:39:00 AM, Blogger siska muly

sip sip tulisan yang OK!!!

 

At Thursday, November 23, 2006 6:05:00 PM, Blogger b@nd's

terima kasih...moga2 bisa berlanjut, dan lebih baik ke depan nya.Amin:D

 

At Tuesday, November 28, 2006 3:55:00 PM, Anonymous maruria

Bagus band, asik bacanya, lia jadi tau kisah "sedih" n "bahagia" di kerjaan kamu, hehehe..
maaf blum bisa ikutan posting blog, blum menemukan sesuatu yang bisa di sharing ke temen2... :p
Hope i will post it soon.. :)